Pembangunan Pasar Cibinong Terlantar

 

pasarcibinong Pembangunan Pasar Cibinong TerlantarCIBINONG – Pembangunan Pasar Cibinong yang menjadi salah satu pilot project Perusahaan Daerah (PD) Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, mulai dipertanyakan proses penunjukkan pengembangnya.

Pasalnya, pembangunan pasar kebanggaan masyarakat Cibinong tersebut kini terkesan terlantar. Hal ini menyusul tidak adanya aktivitas pembangunan di pasar tersebut.

“Sudah lama tidak ada aktivitas pembangunan di pasar Cibinong yang sedang dibangun ini. Apalagi kondisinya dipagar keliling, sehingga warga pun tidak bisa melihat aktivitas di pasar tradisional itu,” kata Rachmat, warga Cibinong.

Karena tidak adanya aktivitas pembangunan di pasar tersebut, Komisi B DPRD Kabupaten Bogor pun berencana akan memanggil pengembang pasar itu. Komisi B akan mempertanyakan kesanggupan dari pengembang untuk menyelesaikan pembangunan pasar.

“Memang tidak ada surat keluhan dari warga tentang pembangunan pasar Cibinong ini. Namun, kita sudah mengagendakan untuk memanggil pengembang pasar Cibinong,” kata Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Bogor, Iwan Setiawan.

Lebih lanjut dia mengatakan, pemanggilan ini dilakukan agar pembangunan pasar Cibinong tidak berlarut-larut. Apalagi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memiliki track record jelek dalam pembangunan pasar. Yakni, banyaknya pembangunan pasar yang bermasalahan, semisal pasar Parung.

“Tidak hanya pengembang pasar Cibinong saja yang kita panggil. Kita juga akan memanggil PD Pasar Tohaga, Disperindag dan pengembang pasar Cileungsi. Kita ingin tahu, kendala apa yang dihadapi di lapangan,” katanya.
Lonjakan Harga Kios

Kisruh tentang pembangunan pasar Cibinong pernah terjadi Juni 2012 lalu. Kali ini, para pedagang pasar Cibinong mengadukan harga kios pasar Cibinong yang melonjak rata-rata Rp 1 juta per meter, tanpa ada persetujuan atau pun pembicaraan dengan para pedagang. Karena itulah, para pedagang pun mengadukan nasibnya ke dewan.“Kita mengadukan masalah harga kios yang naik tanpa ada pemberitahuan apa pun.

Dalam perjanjian, tertulis jika harga kios berkisar Rp 12 juta per meter. Namun oleh bagian pemasaran, harga menjadi Rp 13 juta per meter. Ini sangat memberatkan para pedagang,” kata salah satu perwakilan pedagang, saat ditemui di gedung DPRD Kabupaten Bogor.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Kabupaten Bogor Edison Hutahean membenarkan jika para pedagang mengeluhkan harga kios yang naik Rp 1 juta per meter. Menurutnya, pihak pengembang pasar Cibinong tidak bisa main seenaknya untuk menaikkan harga kios tersebut.

“Intinya memang warga mengadukan harga kios ini. Kalau kita lihat perjanjian antara PD Pasar Tohaga dengan pengembang PT Rimba ini, harga per meternya Rp 12 juta. Karena itulah, harga harus dikembalikan sesuai dengan surat perjanjian itu,” tandasnya.

Politisi PDIP ini mengatakan, jika memang ada perubahan harga, maka harus dilakukan pembicaraan dengan para pedagang, PD Pasar Tohaga dan anggota dewan. Hal ini agar proses pembangunan pasar Cibinong bisa berlangsung dengan baik. (REF-KEN/ALS)

You must log in to post a comment.